Perekonomian Pesantren Sunan Drajat Merambah Olahraga, Jadi Sponsor Persela Lamongan
Dipublikasikan pada 24 September 2026
LAMONGAN — Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat terus memperluas kiprahnya. Tidak hanya berkolaborasi dalam penguatan bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, unit usaha pesantren kini turut mengambil peran dalam bidang olahraga dengan menjadi sponsor Persela Lamongan pada kompetisi Liga 2 musim ini.
Keterlibatan Toserba Sunan Drajat sebagai salah satu penyokong Persela Lamongan menjadi wujud kepedulian pesantren terhadap perkembangan daerah. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa ekonomi pesantren dapat hadir secara nyata dalam membangun ekosistem lokal yang produktif, mandiri, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Direktur Ekonomi Pondok Pesantren Sunan Drajat, Dr. H. Anas Al Hifni, menjelaskan bahwa dukungan kepada Persela Lamongan berangkat dari ikatan kuat antara pesantren, unit usaha, dan masyarakat Lamongan. Persela bukan sekadar klub sepak bola, melainkan kebanggaan bersama yang memiliki basis pendukung besar serta daya gerak sosial-ekonomi yang kuat.
“Pesantren dan unit usaha terbesar kami berada di Lamongan. Menjadi sponsor Persela merupakan bentuk keterikatan wilayah sekaligus sarana mempererat hubungan antara perekonomian pesantren dengan masyarakat, termasuk suporter LA Mania dan Curva Boys,” ujar Gus Anas.
Menurutnya, pengembangan ekonomi pesantren harus terus diarahkan pada kerja sama yang membawa kemaslahatan. Karena itu, dunia olahraga dipandang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan semangat kebersamaan, potensi usaha masyarakat, dan kecintaan terhadap daerah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan santri tetap menjadi prioritas utama Pondok Pesantren Sunan Drajat. Sementara itu, pengelolaan unit-unit usaha dilakukan secara profesional dan terpisah oleh alumni serta masyarakat umum. Dengan pola tersebut, pesantren tetap menjaga fokus pendidikan dan pengajian, seraya mengembangkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Persela Lamongan diharapkan mampu melahirkan dampak ekonomi berantai bagi pelaku UMKM di Lamongan. Jaringan ritel Toserba Sunan Drajat dapat menjadi ruang pemasaran produk lokal, termasuk distribusi merchandise resmi dan tiket pertandingan. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya mendukung perjalanan klub, tetapi juga membuka peluang bagi usaha-usaha masyarakat sekitar.
Gus Anas berharap sepak bola dapat menjadi media silaturahmi yang memperkuat persaudaraan warga Lamongan. Nilai sportivitas, kebersamaan, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar pertandingan berjalan kondusif serta memberi manfaat sosial dan ekonomi.
“kami berharap sepak bola menjadi media silaturahmi yang memperkuat kebersamaan masyarakat Lamongan, sehingga iklim kompetisi tetap kondusif dan dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai bidang pembangunan. Dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga olahraga, pesantren berupaya membangun kolaborasi yang memperkuat kemandirian masyarakat dan kemajuan Lamongan. Najihae