Gus Anas Dorong Kemandirian Pesantren, 15 Lembaga Terbaik Terima Bantuan Rp150 Juta
Dipublikasikan pada 28 September 2026
LAMONGAN — Direktur Utama Perekonomian Sunan Drajat, Gus Anas Alhifni, terus menguatkan gerakan kemandirian ekonomi pesantren melalui Forum Kemandirian Pesantren Nusantara. Forum ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan pesantren dari berbagai daerah, membangun jejaring, serta memperkuat sinergi dalam memajukan Indonesia melalui kekuatan pesantren.
Antusiasme pesantren terhadap forum tersebut cukup besar. Tercatat sekitar 1.200 peserta dari seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri. Untuk menjaga kualitas pembinaan dan pendampingan, kegiatan dibagi ke dalam enam gelombang.
Pada gelombang pertama, sebanyak 200 peserta dari berbagai pesantren hadir mengikuti rangkaian forum. Mereka mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun ekonomi pesantren yang mandiri, produktif, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Gus Anas Alhifni menegaskan bahwa pesantren tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pesantren perlu membangun jaringan, membuka ruang kerja sama, dan saling menguatkan agar potensi besar yang dimiliki dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi umat.
“Forum ini bukan sekadar tempat berkumpul. Ini adalah ruang untuk menjalin jaringan, membangun sinergi, dan mempersiapkan pesantren agar ikut mengambil peran dalam membangun Indonesia yang lebih maju,” ujar Gus Anas.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong ekonomi umat, Perekonomian Sunan Drajat memberikan apresiasi kepada 15 pesantren terbaik pada gelombang pertama. Masing-masing pesantren menerima bantuan modal sebesar Rp10 juta.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi pesantren untuk mulai atau mengembangkan unit usaha yang telah dimiliki. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi motivasi agar pesantren terus berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Gus Anas, pesantren memiliki modal besar untuk mandiri, mulai dari sumber daya manusia, aset, jaringan alumni, hingga kepercayaan masyarakat. Modal tersebut perlu dikelola dengan baik agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Forum Kemandirian Pesantren Nusantara, Perekonomian Sunan Drajat berharap lahir jejaring pesantren yang saling terhubung, saling mendukung, dan bersama-sama membangun kekuatan ekonomi umat demi masa depan Indonesia yang lebih maju. najihae