Logo PPSD
Berita Forum Bisnis Pesantren Nusantara, Langkah Sunan Drajat Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren
Entrepreneur

Forum Bisnis Pesantren Nusantara, Langkah Sunan Drajat Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren

Dipublikasikan pada 28 September 2026

Forum Bisnis Pesantren Nusantara, Langkah Sunan Drajat Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren


LAMONGAN — Pondok Pesantren Sunan Drajat terus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi pesantren melalui Forum Bisnis Pesantren Nusantara yang digelar di Hall Toserba Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Minggu (27/9/2026). Forum tersebut mempertemukan sekitar 200 pesantren dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun kerja sama usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi pesantren untuk melihat potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing. Mulai dari penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan aset, pengembangan jaringan alumni, hingga pembukaan usaha berbasis potensi lokal, seluruhnya dapat menjadi jalan bagi pesantren agar semakin berdaya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur, mengajak para kiai dan bu nyai untuk meneladani ajaran Sunan Drajat dalam membangun kesejahteraan umat. Menurut beliau, perjuangan ekonomi bukanlah hal yang terpisah dari dakwah, melainkan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat.

“Sudah semestinya para kiai dan bu nyai belajar kemandirian ekonomi dari Sunan Drajat. Beliau adalah wali yang memiliki perhatian besar terhadap penataan ekonomi umat,” ujar KH Abdul Ghofur.

Beliau menegaskan bahwa pesantren perlu memiliki kekuatan finansial sendiri. Dengan demikian, pesantren dapat menjalankan program pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial tanpa terlalu menggantungkan diri kepada bantuan dari pihak luar.

Direktur Utama Perekonomian Sunan Drajat, Gus Anas Alhifni, juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan pesantren. Pesantren perlu mulai membangun usaha yang dikelola secara serius, profesional, serta sesuai dengan potensi lingkungan masing-masing.

Menurut Gus Anas, kemandirian ekonomi tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan. Lebih dari itu, ekonomi pesantren harus mampu menghadirkan manfaat bagi para ustaz, guru, santri, wali santri, dan masyarakat sekitar. Pesantren yang kuat secara ekonomi diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan serta pemberdayaan umat.

Dalam praktiknya, Perekonomian Sunan Drajat tetap menempatkan nilai spiritual sebagai dasar utama kegiatan usaha. Para karyawan dibiasakan mengawali aktivitas dengan membaca Surat Al-Waqi’ah sebagai ikhtiar untuk menjaga keseimbangan antara kerja keras, profesionalitas, dan keberkahan.

Forum ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia. Deputi Ekonomi dan Keuangan Syariah Kantor Pusat Bank Indonesia, Dwi Putra Indrawan, hadir untuk memperkuat semangat kolaborasi, peningkatan kapasitas usaha, serta perluasan jaringan ekonomi syariah antarpesantren.

Melalui Forum Bisnis Pesantren Nusantara, Pondok Pesantren Sunan Drajat berharap lahir ekosistem usaha pesantren yang saling terkoneksi, saling menguatkan, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Pesantren pun diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pilar kemandirian ekonomi umat.

Kembali ke Daftar Berita
Menu
Beranda Tentang Kami Lowongan Kerja Berita