Beranda Tak Berkategori HILIRISASI EKONOMI PESANTREN PENGGABUNGAN MARKETING DARAT DAN LANGIT

HILIRISASI EKONOMI PESANTREN PENGGABUNGAN MARKETING DARAT DAN LANGIT

43
0

HILIRISASI EKONOMI PESANTREN PENGGABUNGAN MARKETING DARAT DAN LANGIT

 

Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai salah satu pesantren peninggalan wali songo, dan sejak tahun 1977 sudah banyak mengembangkan beberapa unit usaha pesantren baik yang bersekala kecil dan menengah, tujuan utamanya untuk memberikan kemandirian kepada Pondok Pesantren Sunan Drajat. Dalam rangka mengoptimalkan semua potensi bisnis yang ada, pada tahun 2018 sistem pengelolaannya dibuat secara terpusat dalam bentuk holding pesantren dengan nama perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, harapannya dapat meningkatkan sistem tata kelola yang lebih baik dan mengoptimalkan sistem hilirisasi produk pesantren.

Gerakan pertama pada 2018 adalah merestrukturisasi Koppontren Sunan Drajat  dan merubah status hukum UD Samudra menjadi PT Samudra Sunan Drajat yang fokus memproduksi garam konsumsi beryodium dengan nama Garam SSD. Restrukturisasi di Koppontren Sunan Drajat dilakukan secara lebih masif karena sebagai payung hukum salah satu unit usaha pesantren yaitu USPPS BMT Sunan Drajat. Ada beberapa Langkah restrukturisasi yang dilakukan baik di Koppontren Sunan Drajat dan di PT Samudra Sunan Drajat yaitu :

  • Restrukturisasi keuangan
  • Restrukturisasi sumber daya manusia
  • Restrukturisasi sistem tata Kelola berbasis IT
  • Restrukturisasi sistem pemasaran

Alhamdulillah dengan empat Langkah tersebut kedua unit yang memiliki badan hukum berbeda ini mulai berkembang dengan baik, terlihat dari pertumbuhan jumlah cabang Koppontren yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Timur dan pertumbuhan kapasitas produksi garam serta jumlah distributor.

Gerakan kedua adalah pendirian unit usaha baru dari Koppontren Sunan Drajat yaitu Toserba Sunan Drajat, Restoran Sunan Drajat, Hotel Sunan Drajat, keberadaan unit unit baru ini dapat menjadi hilirisasi atau etalase dari semua produk produk pesantren Sunan Drajat seperti Garam SSD, Minyak Goreng Sunan Drajat (MSD), Gula Sunan Drajat (GSL), Beras Sunan Drajat Lamongan (BSL) , AIdrat, Jus Mengkudu Sunan, Alhifni Parfume, Ahwarumi Parfume, Ahwamuri Fashions, Songkok Sunan Drajat, Sarung Sunan Drajat dan lainnya. Alhamdulillah keberadaan Toserba Sunan Drajat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai etalase produk UMKM dan tempat belanja grosir, sementara Restoran Sunan Drajat juga menerapkan sistem musyarakah dengan mitra tenant tenant yang berasal dari masyarakat, semua ini sebagai wujud nyata pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk masyarakat secara luas.

Setelah semuanya mulai berkembang dengan baik kemudian dilakukan Gerakan ketiga, (dengan fokus sustainability), pada 2023 mulai didirikan perusahaan IT, kontruksi dan travel wisata domestik dan internasional termasuk haji dan umroh dengan badan hukum CV Teknologi Sunan Drajat dan Sundra Wisata PT Madina Mulia Group.

Sunan Drajat Business Management Strategy 2024

Ada beberapa pilar yang ditetapkan sebagai fokus pengembangan Sunan Drajat Business Management Strategy 2024 sebagai berikut :

  • Pilar SOTK (Standar organisasi dan tata Kelola) : Pilar ini mulai diterapkan dengan melengkapi seluruh kebutuhan struktur organisasi yang dibutuhkan dari semua unit usaha mulai dari level yang terendah s/d yang tertinggi.
  • Pilar SDM (sumber daya manusia) : Pilar ini mulai diterapkan dengan melengkapi semua kebutuhan SDM, mulai dari recruitment (alumni, memiliki kompetensi dan budi pekerti yang baik) pembinaan, pendampingan dan pengawasan, dan melengkapi jobdesk, SOP semua SDM dengan sistem operasional dan pelaporan berbasis IT terpadu, hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam penentuan pemberian peringatan (SP1 s/d SP3 atau penghargaan bagi SDM (reward karyawan dan mitra terbaik bulanan, tahunan, yang diberikan penghargaan berupa uang tunai dan umroh).
  • Pilar GCG (Good Corporate Governance) : Pilar ini mulai diterapkan dalam rangka memastikan semua tata Kelola usaha dijalankan sesuai dengan prosedur dan tata Kelola yang baik, mulai dari administasi, pelaporan, pengawasan dan audit internal & eksternal.
  • Pilar keuangan : Pilar ini mulai diterapkan dalam rangka memastikan semua dijalankan dengan sistem keuangan yang accountability, transparency and responsibility, dan telah menerapkan sistem aplikasi keuangan yang standar PSAK, dan dilakukan audit secara internal dan eksternal oleh lembaga KAP yang tersertifikasi oleh otoritas jasa keuangan.
  • Pilar teknologi : Pilar ini mulai diterapkan dengan memastikan semua aplikasi yang digunakan semua unit usaha pesantren adalah hasil karya sendiri, ada beberapa produk aplikasi terapan yang telah dihasilkan seperti M.Store, Santrilink, Restoran, Jasa keuangan, travel dan lainnya.
  • Pilar marketing : Pilar ini sudah diterapkan dengan menggunakan dua pendekatan pertama marketing darat (promosi dilakukan sesuai dengan strategi pemasaran yang sudah sesuai standar seperti penerapan strategi 4 P,7 P dan lainnya), kedua marketing langit (ada tambahan ‘amaliah sholat sunnah dhuha, dan dzikir dzikir khusus lainnya yang dimasukkan dalam SOP dan diwajibkan kepada semua struktur manajemen, sebagai bentuk permunajatan kepada Allah SWT agar selalu berada dalam lindungannya serta diberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah usaha yang ada dibawah naungan perekonomian Ponpes Sunan Drajat.
  • Pilar Social responsibility : Pilar ini mulai diterapkan dengan konsep berjalan secara beriringan antara orientasi bisnis dan social, dengan harapan bisnisnya tetap berjalan dengan baik tanpa melupakan sisi sosialnya, pada tahun 2024 ada beberapa hal yang sudah diterapkan seperti bekerjasama dengan mitra yang lebih luas seperti pesantren lain (pengembangan toko bahan baku halal) dan Bank Indonesia, mendirikan Lembaga (bidang) baru yang fokus memberikan pembiayaan, pendampingan untuk melahirkan pengusaha pengusaha baru dengan nama santripreneur sunan drajat (SPSD), mengoptimalkan peran sosial yang diberikan kepada pesantren seperti penyaluran kebutuhan material bangunan, bisyaroh tukang,  beasiswa, dan bantuan sosial lainnya.

Semoga dengan penerapan 7 pilar tersebut di tahun 2024 perekonomian Sunan Drajat menjadi lebih besar dan lebih mashlahah baik untuk Pondok Pesantren dan Masyarakat secara luas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini